Jika ada seseorang yang mengaku Tuhan, tentu bakal berakhir masuk bui
lantaran dianggap telah menistakan agama. Namun, bagaimana jika nama
tersebut benar adalah Tuhan. Derasnya arus informasi saat ini membuat Tuhan mendadak terkenal terutama di jagad sosial media.
Saat ini beredar seorang pria yang memiliki nama Tuhan. Disebut Tuhan
karena nama tersebut sesuai dengan yang tertulis di kartu tanda
penduduk (KTP). Identitas yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK)
3510243006730004 dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Showing posts with label Nama. Show all posts
Showing posts with label Nama. Show all posts
Monday, 24 August 2015
Friday, 24 April 2015
Apakah Arti Kata Indonesia: Sejarah Asal-usul Namanya
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur"), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".
Wednesday, 22 April 2015
Apakah Arti Nama
Nama adalah pemberian orang tua, bisa dari ayah, ibu atau hasil kesepakatan dari mereka berdua. Namun tidak jarang, nama seorang anak diperoleh atas saran dari kakek-neneknya. Bahkan beberapa bayi sengaja dimintakan nama oleh kedua orang tuanya kepada tokoh yang mereka kagumi atau idolakan.
Ada beberapa arti sebuah nama. Yang paling banyak adalah doa atau harapan. Maksudnya, nama seseorang adalah doa untuk dirinya. Banyak contoh dalam kasus ini, misalnya: Sugiharto, yang berarti sang anak kelak didoakan supaya banyak harta dalam bahasa Jawa. Nurul Ilmi, yang berarti cahaya ilmu dalam bahasa Arab.
Nama seseorang sering juga dikaitkan dengan peristiwa yang sedang terjadi saat sang anak lahir ke muka bumi. Misalnya Fitri, karena lahir saat hari raya Idul Fitri. Lintang, karena lahir saat malam yang cerah dengan banyak bintang bertebaran. Guntur, karena lahir saat hujan deras disertai petir yang menggelegar.
Ada beberapa arti sebuah nama. Yang paling banyak adalah doa atau harapan. Maksudnya, nama seseorang adalah doa untuk dirinya. Banyak contoh dalam kasus ini, misalnya: Sugiharto, yang berarti sang anak kelak didoakan supaya banyak harta dalam bahasa Jawa. Nurul Ilmi, yang berarti cahaya ilmu dalam bahasa Arab.
Nama seseorang sering juga dikaitkan dengan peristiwa yang sedang terjadi saat sang anak lahir ke muka bumi. Misalnya Fitri, karena lahir saat hari raya Idul Fitri. Lintang, karena lahir saat malam yang cerah dengan banyak bintang bertebaran. Guntur, karena lahir saat hujan deras disertai petir yang menggelegar.
Subscribe to:
Comments (Atom)

