Netizen
yang aktif di dunia maya tentu tak akan asing dengan sosok Polwan 'Di
Situ Kadang Saya Merasa Sedih' yang ramai muncul dalam bentuk meme-meme
lucu. Siapa sebenarnya sosok polwan tersebut dan cerita dibalik
ungkapannya yang kini heboh di masyarakat. Adalah
Brigadir Dewi Sri Mulyani. Ia merupakan anggota Satlantas di
Polrestabes Bandung, bagian Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa). Dewi
menjadi salah satu polisi yang mengisi sebuah program di salah satu
stasiun TV swasta pada Oktober 2014 lalu.
Saat
itulah, Dewi mengeluarkan kalimat spontan yang kini malah jadi terkenal
dan dipakai jadi plesetan meme. Waktu Dewi ditanya soal bagaimana kalau
menghadapi anak yang rewel. Karena bagian dari tugas pokok dan
fungsinya antara lain memberikan pendidikan lalu-lintas pada anak-anak.
Friday, 27 February 2015
Thursday, 26 February 2015
Mengapa PDIP Tidak Membela Gubernur Ahok
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama tengah digoyang DPRD DKI terkait
APBD 2015. Ahok memegang bukti bahwa oknum DPRD lah yang melakukan
perubahan APBD, namun semua fraksi di DPRD ramai-ramai menyerang Ahok,
PDI P yang masih punya Wagub Djarot Saiful Hidayat pun tak membela.
Saat ini DPRD DKI sudah sepakat mengajukan hak angket atau investigasi
terkait kebijakan APBD 2015 yang sampai sekarang belum juga menemui
titik terang. Bahkan dari 106 orang, 95 di antaranya dipastikan sudah
menandatangani angket. Panitia angket sudah dibentuk, hari ini DPRD DKI
akan mengesahkan panitia angket.
Posisi PDI P yang masih punya Wagub pendamping Ahok pun tak menolak pengajuan hak angket. Ketua DPRD DKI dari PDI P Prasetyo Edi Marsudi, Selasa 24, Februari 2015 kemarin, mengungkap keluh kesah DPRD DKI terhadap Ahok. Tentu saja Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat adalah satu paket dalam hal pemerintah provinsi DKI Jakarta. Cukup aneh saat PDI P memasang posisi serang ke Ahok, padahal beberapa kali Ahok juga menghadap Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.
Posisi PDI P yang masih punya Wagub pendamping Ahok pun tak menolak pengajuan hak angket. Ketua DPRD DKI dari PDI P Prasetyo Edi Marsudi, Selasa 24, Februari 2015 kemarin, mengungkap keluh kesah DPRD DKI terhadap Ahok. Tentu saja Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat adalah satu paket dalam hal pemerintah provinsi DKI Jakarta. Cukup aneh saat PDI P memasang posisi serang ke Ahok, padahal beberapa kali Ahok juga menghadap Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.
Mengapa Menteri Susi Didemo Ribuan Nelayan
Menteri Susi yang fenomenal dan kontroversial sedang kena batunya. Ribuan nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu Pantai Pantura menggelar orasi di depan kantornya, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam orasinya, salah seorang nelayan menyebut Menteri Susi, yang juga pengusaha perikanan dan maskapai penerbangan tersebut tidak bisa membedakan jenis alat tangkap ikan sehingga salah menerbitkan aturan.
Sugiono (48), salah seorang orator yang mengaku berprofesi sebagai nelayan mengkritisi diberlakukannya Peraturan Menteri KKP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Cantrang, Trawl, dan Pukat Hela. Dia menjelaskan nelayan-nelayan tradisional yang melaut dengan kapal kecil umumnya menggunakan alat manual seperti cantrang untuk menangkap ikan. Menurut Sugiono, cantrang sama sekali tidak merusak lingkungan yang dituding Menteri Susi menyebabkan hancurnya terumbu karang.
Mengapa Hakim PTUN Menangkan Gugatan SDA dalam Kisruh PPP
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta
Timur mengabulkan gugatan mantan Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali atau biasa disapa SDA. Dikabulkannya
gugatan ini, menguatkan pembatalan Surat Keputusan (SK) Kementerian
Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengesahkan PPP kepengurusan
Romahurmuziy atau biasa disapa Romi.
"Mengabulkan gugatan penggugat diterima seluruhnya, kemudian membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014," ujar Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta Timur, Teguh Satya Bhakti saat membacakan putusannya di ruang sidang PTUN, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015).
Majelis Hakim menilai, gugatan yang diajukan kubu SDA adalah dampak dari intervensi pihak tergugat, yaitu Kemenkumham yang dianggap ikut campur dalam konflik internal parpol. "Pengadilan tidak bisa membiarkan tergugat yang menerbitkan SK dan membiarkan masalah ini dengan melempar ke PTUN," tukasnya.
"Mengabulkan gugatan penggugat diterima seluruhnya, kemudian membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014," ujar Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta Timur, Teguh Satya Bhakti saat membacakan putusannya di ruang sidang PTUN, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015).
Majelis Hakim menilai, gugatan yang diajukan kubu SDA adalah dampak dari intervensi pihak tergugat, yaitu Kemenkumham yang dianggap ikut campur dalam konflik internal parpol. "Pengadilan tidak bisa membiarkan tergugat yang menerbitkan SK dan membiarkan masalah ini dengan melempar ke PTUN," tukasnya.
Mengapa Mandra jadi Tersangka Korupsi TVRI
Kejaksaan Agung masih terus menelusuri dugaan korupsi program siap siar di TVRI tahun 2012. Sejauh ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. "Sebentar yah, nanti kalau sudah ada informasinya saya share,
termasuk memanggil media infotainment," kata Kepala Pusat Penerangan
Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana. Begitu jawaban Kapuspenkum Kejagung saat ditanya benar atau tidaknya sudah ada seorang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus itu.
"Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor IV, nomor V, dan nomor
VI, tanggal 10 Febuari 2015 penyidik telah menetapkan tiga orang
tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menggunakan
anggaran negara tahun 2012," kata Tony saat jumpa pers di Kejaksaan
Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu
(11/2/2015).
Wednesday, 25 February 2015
Apa Saja Bencana yang Diprediksi BNPB Terjadi di Tahun 2015
Prediksi Bencana di 2015
Dody juga angkat bicara terkait bencana yang bakal terjadi pada tahun depan. Dia mengatakan, bencana pada 2015 tak bisa diperkirakan. "Prediksinya tidak dapat kita prediksi," ujar dia. Walau begitu, dia menyatakan pada setiap tahun Indonesia kerap dilanda tiga bencana besar. Bencana itu adalah gempa bumi, erupsi, dan tsunami. Selain bencana di atas, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan juga masih diperkirakan terjadi.
Apa Sajakah Bencana Alam Terdahsyat Sepanjang 2014
1. Banjir Bandang Manado
Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kota dan kabupaten di Sulawesi Utara, pada 15 Januari 2014. Daerah tersebut antara lain, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro.
Data BNPB menyebutkan, 19 orang tewas akibat bencana tersebut. Korban meninggal tersebut antara lain terdapat di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon. Sementara kerugian dan kerusakan yang ditimbulkana mencapai Rp 1,87 triliun.
2. Sinabung dan Kelud Meletus
Gunung Sinabung di Sumatera Utara erupsi pada 1 Februari 2014. BNPB menyebut ada 15 orang tewas setelah terkena sengatan awan panas yang meluncur dari kawah gunung. Selain itu, ada 2 korban mengalami luka bakar.
Kejadian serupa juga terjadi pada Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 5,679 kaki itu meletus dan menyemburkan material vulkaniknya pada Kamis 13 Februari 2014 malam. 18 Orang dilaporkan hilang dan 2 warga tewas setelah tertimpa rumah roboh akibat terkena material letusan Gunung Kelud.
3. Gunung Sangeang Bima Meletus
Gunung Api Sangeang yang terletak di Pulau Sangeang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat mendadak meletus pada 30 Mei 2014. Warga mengungsi ke Bima menggunakan kapal khawatir terjadi letusan susulan lantaran gunung itu terus menyemburkan abu vulkaniknya. Bahkan abu tersebut menyebar hingga ke Australia.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kepala Pos Pemantau Gunung Sangeang Api, Junaidin mengatakan, meletusnya gunung ini secara mendadak masih dalam pantauan. Karena alat sesmograf yang memantau aktivitas gunung masih berfungsi baik.
Gunung Sangeang Api merupakaan salah satu gunung yang cukup sering meletus. Terhitung gunung api ini sudah meletus 14 kali. Yakni pada tahun 1911, 1953, 1964, 1965, 1966, 1967, 1985, 1986, 1986, 1987, 1997, 1998, 1999, 2014.
4. Longsor Bogor
Tebing setinggi 20 meter di Kampung Neglasari RT 11/4, Desa Mekarwangi, Kecamatab Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat longsor pada Selasa 17 Juni 2014 dini hari.
Kepala Seksi Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo menuturkan, tebing longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bogor. Kala itu, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, sebagian warga sedang tidur, namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan tebing yang ada di belakang rumah warga tersebut longsor karena terkikis oleh air hujan.
Akibat kejadian ini, 5 rumah dan 9 warga tertimbun material longsor. Sementara 6 orang lainnya berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
5. Lava Pijar Gunung Slamet
Aktivitas vulkanik Gunung Slamet, Jawa Tengah, kian bergeliat. Status pun menjadi siaga. Sejak Kamis 7 Agustus 2014 malam, sudah 7 kali lontaran lava pijar dengan ketinggian 100-500 meter dari kawah gunung berapi tersebut. Lontaran lava pijar kembali muncul pada Rabu 16 Agustus 2014.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik lainya juga meningkat yang ditandai adanya gempa tremor harmonik serta letusan abu. "Letusan abu terjadi 8 kali dengan ketinggian antara 200-800 m ke arah barat. Sementara untuk gempa hembusan tercatat 380 kali dan gempa letusan 46 kali," ucap Sudrajat.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini lantaran sebelum gunung beraksi, BNPB meminta warga yang tinggal di sekitar gunung untuk mengosongkan dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
6. Longsor Tambang Emas
18 Orang tewas setelah tertimbun material longsor tambang emas di kawasan Gua Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sabtu 4 Oktober 2014. Para korban adalah karyawan dan pendulang yang sedang melakukan penambangan emas. Diduga, penambangan emas itu dilakukan tanpa izin atau penambangan emas ilegal.
Anggota Polsek Monterado Brigadir Polisi Suprianus membenarkan informasi tersebut. Para korban tambang ini sebagian besar adalah laki-laki. Yakni sebanyak 16 laki-laki dan 2 lainnya perempuan.
Merujuk data Dinas Pertambangan, Energi dan Sumberdaya Mineral, Kabupaten Bengkayang, daerah itu memiliki kandungan emas alluvial dengan sumber daya terukur 35 juta meter kubik, kadar Au 169 mgr per meter kubik atau 0,005 oz Au setiap meter kubik.
7. Banjir Bandang Aceh
Banjir merendam ribuan rumah di sejumlah kabupaten di Aceh. Di Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, ada 3.000 rumah lebih terendam banjir yang mengakibatkan 115 kepala keluarga (KK) harus mengungsi. Sementara di Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya, sekitar 1.000 rumah terendam banjir. Di Kecamatan Lembah Sabbil juga terdapat 2.000 rumah masih digenangi banjir bandang.
Tak hanya itu, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar terdapat 4 desa terendam banjir. Yakni Tunong Krueng Kala, Baroh Kreung Kala, Krueng Kala dan Geunteut.
Selain banjir, longsor juga menerjang Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Akibatnya kurang lebih 895 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Lalu lintas yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Meulaboh pun terputus total akibat longsor, hingga menyebabkan sejumlah wilayah di kawasan Lhoong, Aceh Besar terisolir.
8. Longsor Banjarnegara
Jelang akhir tahun, Ibu Pertiwi kembali menangis. Tanah longsor menerjang Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat 12 Desember 2014 sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam kejadian ini, sekitar 35 rumah warga tertimbun.
Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.
Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga Minggu 21 Desember 2014, sebanyak 97 jenazah ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung. (Ali/Riz)
Sumber: Liputan 6 online.
Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kota dan kabupaten di Sulawesi Utara, pada 15 Januari 2014. Daerah tersebut antara lain, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro.
Data BNPB menyebutkan, 19 orang tewas akibat bencana tersebut. Korban meninggal tersebut antara lain terdapat di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon. Sementara kerugian dan kerusakan yang ditimbulkana mencapai Rp 1,87 triliun.
2. Sinabung dan Kelud Meletus
Gunung Sinabung di Sumatera Utara erupsi pada 1 Februari 2014. BNPB menyebut ada 15 orang tewas setelah terkena sengatan awan panas yang meluncur dari kawah gunung. Selain itu, ada 2 korban mengalami luka bakar.
Kejadian serupa juga terjadi pada Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 5,679 kaki itu meletus dan menyemburkan material vulkaniknya pada Kamis 13 Februari 2014 malam. 18 Orang dilaporkan hilang dan 2 warga tewas setelah tertimpa rumah roboh akibat terkena material letusan Gunung Kelud.
3. Gunung Sangeang Bima Meletus
Gunung Api Sangeang yang terletak di Pulau Sangeang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat mendadak meletus pada 30 Mei 2014. Warga mengungsi ke Bima menggunakan kapal khawatir terjadi letusan susulan lantaran gunung itu terus menyemburkan abu vulkaniknya. Bahkan abu tersebut menyebar hingga ke Australia.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kepala Pos Pemantau Gunung Sangeang Api, Junaidin mengatakan, meletusnya gunung ini secara mendadak masih dalam pantauan. Karena alat sesmograf yang memantau aktivitas gunung masih berfungsi baik.
Gunung Sangeang Api merupakaan salah satu gunung yang cukup sering meletus. Terhitung gunung api ini sudah meletus 14 kali. Yakni pada tahun 1911, 1953, 1964, 1965, 1966, 1967, 1985, 1986, 1986, 1987, 1997, 1998, 1999, 2014.
4. Longsor Bogor
Tebing setinggi 20 meter di Kampung Neglasari RT 11/4, Desa Mekarwangi, Kecamatab Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat longsor pada Selasa 17 Juni 2014 dini hari.
Kepala Seksi Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo menuturkan, tebing longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bogor. Kala itu, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, sebagian warga sedang tidur, namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan tebing yang ada di belakang rumah warga tersebut longsor karena terkikis oleh air hujan.
Akibat kejadian ini, 5 rumah dan 9 warga tertimbun material longsor. Sementara 6 orang lainnya berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
5. Lava Pijar Gunung Slamet
Aktivitas vulkanik Gunung Slamet, Jawa Tengah, kian bergeliat. Status pun menjadi siaga. Sejak Kamis 7 Agustus 2014 malam, sudah 7 kali lontaran lava pijar dengan ketinggian 100-500 meter dari kawah gunung berapi tersebut. Lontaran lava pijar kembali muncul pada Rabu 16 Agustus 2014.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik lainya juga meningkat yang ditandai adanya gempa tremor harmonik serta letusan abu. "Letusan abu terjadi 8 kali dengan ketinggian antara 200-800 m ke arah barat. Sementara untuk gempa hembusan tercatat 380 kali dan gempa letusan 46 kali," ucap Sudrajat.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini lantaran sebelum gunung beraksi, BNPB meminta warga yang tinggal di sekitar gunung untuk mengosongkan dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
6. Longsor Tambang Emas
18 Orang tewas setelah tertimbun material longsor tambang emas di kawasan Gua Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sabtu 4 Oktober 2014. Para korban adalah karyawan dan pendulang yang sedang melakukan penambangan emas. Diduga, penambangan emas itu dilakukan tanpa izin atau penambangan emas ilegal.
Anggota Polsek Monterado Brigadir Polisi Suprianus membenarkan informasi tersebut. Para korban tambang ini sebagian besar adalah laki-laki. Yakni sebanyak 16 laki-laki dan 2 lainnya perempuan.
Merujuk data Dinas Pertambangan, Energi dan Sumberdaya Mineral, Kabupaten Bengkayang, daerah itu memiliki kandungan emas alluvial dengan sumber daya terukur 35 juta meter kubik, kadar Au 169 mgr per meter kubik atau 0,005 oz Au setiap meter kubik.
7. Banjir Bandang Aceh
Banjir merendam ribuan rumah di sejumlah kabupaten di Aceh. Di Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, ada 3.000 rumah lebih terendam banjir yang mengakibatkan 115 kepala keluarga (KK) harus mengungsi. Sementara di Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya, sekitar 1.000 rumah terendam banjir. Di Kecamatan Lembah Sabbil juga terdapat 2.000 rumah masih digenangi banjir bandang.
Tak hanya itu, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar terdapat 4 desa terendam banjir. Yakni Tunong Krueng Kala, Baroh Kreung Kala, Krueng Kala dan Geunteut.
Selain banjir, longsor juga menerjang Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Akibatnya kurang lebih 895 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Lalu lintas yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Meulaboh pun terputus total akibat longsor, hingga menyebabkan sejumlah wilayah di kawasan Lhoong, Aceh Besar terisolir.
8. Longsor Banjarnegara
Jelang akhir tahun, Ibu Pertiwi kembali menangis. Tanah longsor menerjang Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat 12 Desember 2014 sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam kejadian ini, sekitar 35 rumah warga tertimbun.
Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.
Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga Minggu 21 Desember 2014, sebanyak 97 jenazah ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung. (Ali/Riz)
Sumber: Liputan 6 online.
Mengapa Putri Indonesia 2015 Dihujat Netizen
Advokat dari Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI) Aziz Yanuar, SH
mendesak aparat kepolisian untuk menindak Putri Indonesia 2015, Anindya
Kusuma Putri yang mengenakan kaus bergambar palu arit. Simbol tersebut
menjadi lambang perjuangan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dilarang
keberadaannya.
Aziz menjelaskan, PKI dan yang berbau PKI dilarang sesuai dengan UU RI No. 27 tahun 99 tentang kejahatan terhadap negara dan Tap MPRS no.25 thn 1966 tentang pembubaran PKI.
Pasal 107a UU no.27 tahun 99 dengan jelas berbunyi: Barang siapa di muka umum dengan lisan/tulisan/melalui media apapun menyebarkan/kembangkan ajaran komunis dalam bentuk apapun dan perwujudannya dipidana penjara 12 tahun maksimal.
Aziz menjelaskan, PKI dan yang berbau PKI dilarang sesuai dengan UU RI No. 27 tahun 99 tentang kejahatan terhadap negara dan Tap MPRS no.25 thn 1966 tentang pembubaran PKI.
Pasal 107a UU no.27 tahun 99 dengan jelas berbunyi: Barang siapa di muka umum dengan lisan/tulisan/melalui media apapun menyebarkan/kembangkan ajaran komunis dalam bentuk apapun dan perwujudannya dipidana penjara 12 tahun maksimal.
Tuesday, 24 February 2015
Mengapa DRPD DKI Jakarta Gulirkan Hak Angket kepada Gubernur Ahok
DPRD DKI Jakarta enggan menggunakan hak
interpelasi terkait polemik APBD 2015 ke Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama. Alasannya, hak interpelasi tidak akan menemukan akar
permasalahan.
Sekertaris Komisi A DPRD DKI M Syarif mengatakan, munculnya hak angket yang akan diajukan DPRD ini lantaran Ahok telah berkali-kali melakukan kesalahan. Di antaranya, kerap memaki anak buah, perseteruan dengan anggota dewan dan terakhir pengajuan APBD ke Kemendagri di mana APBD yang diajukan bukan hasil pengesahan bersama DPRD.
"Kalau mengajukan hak interpelasi tidak akan menemukan akar masalahnya. Hak interpelasi hanya akan membuat berbalas pantun saja," kata M Syarif kepada wartawan di DPRD DKI Jakarta, Selasa (17/2/2015). Menurut Syarif, DPRD siap menjawab tantangan Ahok untuk buka-bukaan terkait APBD DKI.
Sekertaris Komisi A DPRD DKI M Syarif mengatakan, munculnya hak angket yang akan diajukan DPRD ini lantaran Ahok telah berkali-kali melakukan kesalahan. Di antaranya, kerap memaki anak buah, perseteruan dengan anggota dewan dan terakhir pengajuan APBD ke Kemendagri di mana APBD yang diajukan bukan hasil pengesahan bersama DPRD.
"Kalau mengajukan hak interpelasi tidak akan menemukan akar masalahnya. Hak interpelasi hanya akan membuat berbalas pantun saja," kata M Syarif kepada wartawan di DPRD DKI Jakarta, Selasa (17/2/2015). Menurut Syarif, DPRD siap menjawab tantangan Ahok untuk buka-bukaan terkait APBD DKI.
Mengapa Warga Jakarta Ingin Mandat Ahok Dicabut
Gelombang
penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama,
datang dari berbagai kelompok masyarakat Jakarta di area Car Free Day
(CFD) Sudirman-Thamrin, Ahad pagi (22/02/2015). Mereka memasang spanduk
“Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta” dan mengajak
warga Jakarta di area CFD untuk menandatangani petisi penolakan yang
mereka galang.
"Kami mendukung cabut mandat Gubernur DKI Jakarta (Ahok)," ujar aktivis 'Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta', Gea Hermansyah.
Menurutnya, Ahok tidak layak memimpin Jakarta karena banyak kebijakan Ahok yang merugikan masyarakat Jakarta. Misalnya, kebijakan pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin, penggusuran tanpa uang kerohiman.
"Kami mendukung cabut mandat Gubernur DKI Jakarta (Ahok)," ujar aktivis 'Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta', Gea Hermansyah.
Menurutnya, Ahok tidak layak memimpin Jakarta karena banyak kebijakan Ahok yang merugikan masyarakat Jakarta. Misalnya, kebijakan pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin, penggusuran tanpa uang kerohiman.
Subscribe to:
Posts (Atom)



