Tahap proses penyusunan anggaran sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional, dimulai dari proses penyusunan RPJP Daerah yang
memuat visi, misi serta arah pembangunan daerah dan ditetapkan dengan
Peraturan Daerah. Setelah RPJP Daerah ditetapkan, tugas selanjutnya
adalah Pemerintah Daerah menetapkan RPJM Daerah yang memuat uraian dan
penjabaran mengenai visi, misi dan program kepala daerah dengan
memperhatikan RPJP Daerah dan RPJM Nasional dengan memuat hal-hal
tentang arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah,
kebijakan umum daerah, program serta kegiatan SKPD yang dituangkan dalam
renstra dengan acuan kerangka pagu indikatif. RPJM Daerah ditetapkan
dengan peraturan daerah paling lambat 3 (tiga) bulan sejak kepala daerah
dilantik berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 19 ayat
(3). Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan RKPD yang ditetapkan
setiap tahunnya bedasarkaan acuan RPJMD, renstra, renja dan
memperhatikan RKP dengan Peraturan Kepala Daerah sebagai dasar untuk
penyusunan APBD. Proses perencanaan dari RPJP Daerah, RPJM Daerah sampai
dengan RKP Daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2005
berada di BAPPEDA.
Friday, 27 February 2015
Siapakah Pengusul Anggaran Siluman APBD Jakarta
Ahok sudah membeberkan triliunan anggaran yang dianggapnya bermasalah. Tapi DPRD konsisten berkelit anggaran itu memang justru ada dalam item pembahasan anggaran yang diajukan pihak SKPD (dinas) terkait.
Berikut wawancara merdeka.com dengan politikus Golkar yang menangani bidang pendidikan itu:
Mengapa Gubernur Ahok Menolak Tanda Tangan APBD DKI Jakarta
Ahok--sapaan Basuki--berujar proyek tersebut tak pernah diusulkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Proyek-proyek itu muncul setelah APBD disahkan pada 27 Januari 2015 lalu. Menurut dia, proyek tersebut tak semestinya dilakukan saat data lapangan menunjukkan 46 persen kondisi gedung sekolah di Jakarta buruk. Selain tak diusulkan, Ahok berujar, nilai yang diajukan fantastis. Ia mengatakan munculnya proyek fiktif setelah rapat paripurna pengesahan terjadi lantaran dihapusnya Pokok Pikiran dari Dewan. Anggota Dewan akhirnya menyusun APBD versi mereka dan menyerahkannya ke Kementerian Dalam Negeri. Khusus Dinas Pendidikan, total anggaran fiktifnya mencapai Rp 105,876 miliar. "Nilainya tak pantas," kata Ahok.
Berikut program yang tercantum dalam APBD versi DPRD yang ditunjukkan Ahok:
Bagaimana Cara Memilih Bahasa Pemrograman yang Akan Dipelajari
Anda mahasiswa, murid sekolah, atau bahkan orang awam yang ingin belajar bagaimana membuat program komputer (programming)? Gambar infografis di samping ini menjelaskan langkah-langkahnya sesuai kebutuhan Anda. Misalnya, apakah untuk sekedar bermain dengan anak? Apakah untuk menghasilkan uang? Apakah hanya untuk bersenang-senang? Atau hanya karena ketertarikan? Atau untuk pengembangan diri.
Berangkat dari salah satu alasan tersebut, gambar diagram akan mengarahkan ke pilihan-pilihan bahasa pemrograman yang sesuai. Silahkan klik gambar di samping untuk menayangkannya dalam format yang lebih besar. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Welcome to programming :)
Atau download Format PDF.
Berangkat dari salah satu alasan tersebut, gambar diagram akan mengarahkan ke pilihan-pilihan bahasa pemrograman yang sesuai. Silahkan klik gambar di samping untuk menayangkannya dalam format yang lebih besar. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Welcome to programming :)
Atau download Format PDF.
Siapakah Sosok Disitu Kadang Saya Merasa Sedih
Netizen
yang aktif di dunia maya tentu tak akan asing dengan sosok Polwan 'Di
Situ Kadang Saya Merasa Sedih' yang ramai muncul dalam bentuk meme-meme
lucu. Siapa sebenarnya sosok polwan tersebut dan cerita dibalik
ungkapannya yang kini heboh di masyarakat. Adalah
Brigadir Dewi Sri Mulyani. Ia merupakan anggota Satlantas di
Polrestabes Bandung, bagian Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa). Dewi
menjadi salah satu polisi yang mengisi sebuah program di salah satu
stasiun TV swasta pada Oktober 2014 lalu.
Saat itulah, Dewi mengeluarkan kalimat spontan yang kini malah jadi terkenal dan dipakai jadi plesetan meme. Waktu Dewi ditanya soal bagaimana kalau menghadapi anak yang rewel. Karena bagian dari tugas pokok dan fungsinya antara lain memberikan pendidikan lalu-lintas pada anak-anak.
Saat itulah, Dewi mengeluarkan kalimat spontan yang kini malah jadi terkenal dan dipakai jadi plesetan meme. Waktu Dewi ditanya soal bagaimana kalau menghadapi anak yang rewel. Karena bagian dari tugas pokok dan fungsinya antara lain memberikan pendidikan lalu-lintas pada anak-anak.
Thursday, 26 February 2015
Mengapa PDIP Tidak Membela Gubernur Ahok
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama tengah digoyang DPRD DKI terkait
APBD 2015. Ahok memegang bukti bahwa oknum DPRD lah yang melakukan
perubahan APBD, namun semua fraksi di DPRD ramai-ramai menyerang Ahok,
PDI P yang masih punya Wagub Djarot Saiful Hidayat pun tak membela.
Saat ini DPRD DKI sudah sepakat mengajukan hak angket atau investigasi
terkait kebijakan APBD 2015 yang sampai sekarang belum juga menemui
titik terang. Bahkan dari 106 orang, 95 di antaranya dipastikan sudah
menandatangani angket. Panitia angket sudah dibentuk, hari ini DPRD DKI
akan mengesahkan panitia angket.
Posisi PDI P yang masih punya Wagub pendamping Ahok pun tak menolak pengajuan hak angket. Ketua DPRD DKI dari PDI P Prasetyo Edi Marsudi, Selasa 24, Februari 2015 kemarin, mengungkap keluh kesah DPRD DKI terhadap Ahok. Tentu saja Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat adalah satu paket dalam hal pemerintah provinsi DKI Jakarta. Cukup aneh saat PDI P memasang posisi serang ke Ahok, padahal beberapa kali Ahok juga menghadap Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.
Posisi PDI P yang masih punya Wagub pendamping Ahok pun tak menolak pengajuan hak angket. Ketua DPRD DKI dari PDI P Prasetyo Edi Marsudi, Selasa 24, Februari 2015 kemarin, mengungkap keluh kesah DPRD DKI terhadap Ahok. Tentu saja Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat adalah satu paket dalam hal pemerintah provinsi DKI Jakarta. Cukup aneh saat PDI P memasang posisi serang ke Ahok, padahal beberapa kali Ahok juga menghadap Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.
Mengapa Menteri Susi Didemo Ribuan Nelayan
Menteri Susi yang fenomenal dan kontroversial sedang kena batunya. Ribuan nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu Pantai Pantura menggelar orasi di depan kantornya, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam orasinya, salah seorang nelayan menyebut Menteri Susi, yang juga pengusaha perikanan dan maskapai penerbangan tersebut tidak bisa membedakan jenis alat tangkap ikan sehingga salah menerbitkan aturan.
Sugiono (48), salah seorang orator yang mengaku berprofesi sebagai nelayan mengkritisi diberlakukannya Peraturan Menteri KKP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Cantrang, Trawl, dan Pukat Hela. Dia menjelaskan nelayan-nelayan tradisional yang melaut dengan kapal kecil umumnya menggunakan alat manual seperti cantrang untuk menangkap ikan. Menurut Sugiono, cantrang sama sekali tidak merusak lingkungan yang dituding Menteri Susi menyebabkan hancurnya terumbu karang.
Mengapa Hakim PTUN Menangkan Gugatan SDA dalam Kisruh PPP
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta
Timur mengabulkan gugatan mantan Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali atau biasa disapa SDA. Dikabulkannya
gugatan ini, menguatkan pembatalan Surat Keputusan (SK) Kementerian
Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengesahkan PPP kepengurusan
Romahurmuziy atau biasa disapa Romi.
"Mengabulkan gugatan penggugat diterima seluruhnya, kemudian membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014," ujar Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta Timur, Teguh Satya Bhakti saat membacakan putusannya di ruang sidang PTUN, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015).
Majelis Hakim menilai, gugatan yang diajukan kubu SDA adalah dampak dari intervensi pihak tergugat, yaitu Kemenkumham yang dianggap ikut campur dalam konflik internal parpol. "Pengadilan tidak bisa membiarkan tergugat yang menerbitkan SK dan membiarkan masalah ini dengan melempar ke PTUN," tukasnya.
"Mengabulkan gugatan penggugat diterima seluruhnya, kemudian membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014," ujar Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta Timur, Teguh Satya Bhakti saat membacakan putusannya di ruang sidang PTUN, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015).
Majelis Hakim menilai, gugatan yang diajukan kubu SDA adalah dampak dari intervensi pihak tergugat, yaitu Kemenkumham yang dianggap ikut campur dalam konflik internal parpol. "Pengadilan tidak bisa membiarkan tergugat yang menerbitkan SK dan membiarkan masalah ini dengan melempar ke PTUN," tukasnya.
Mengapa Mandra jadi Tersangka Korupsi TVRI
Kejaksaan Agung masih terus menelusuri dugaan korupsi program siap siar di TVRI tahun 2012. Sejauh ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. "Sebentar yah, nanti kalau sudah ada informasinya saya share,
termasuk memanggil media infotainment," kata Kepala Pusat Penerangan
Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana. Begitu jawaban Kapuspenkum Kejagung saat ditanya benar atau tidaknya sudah ada seorang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus itu.
"Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor IV, nomor V, dan nomor
VI, tanggal 10 Febuari 2015 penyidik telah menetapkan tiga orang
tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menggunakan
anggaran negara tahun 2012," kata Tony saat jumpa pers di Kejaksaan
Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu
(11/2/2015).
Wednesday, 25 February 2015
Apa Saja Bencana yang Diprediksi BNPB Terjadi di Tahun 2015
Prediksi Bencana di 2015
Dody juga angkat bicara terkait bencana yang bakal terjadi pada tahun depan. Dia mengatakan, bencana pada 2015 tak bisa diperkirakan. "Prediksinya tidak dapat kita prediksi," ujar dia. Walau begitu, dia menyatakan pada setiap tahun Indonesia kerap dilanda tiga bencana besar. Bencana itu adalah gempa bumi, erupsi, dan tsunami. Selain bencana di atas, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan juga masih diperkirakan terjadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)




