Memang sudah saatnya saya move on, memindahkan dukungan moril.
Harus saya buang rasa gengsi karena terlanjur memilih Ahok tahun 2012
lalu. Saya juga harus minta maaf dan mengaku salah, kepada Pak Mokhamad
Dahlan, orang bijak yang saya hormati. Saya pernah mencoba meyakinkan
beliau bahwa Ahok-lah sosok reformer yang dibutuhkan Jakarta. Kini, saya
harus akui, saya salah.
Sebagai penebus rasa berdosa saya, terhadap warga Jakarta, maka secara
jantan+gentlement, saya akui, Ahok telah menjadi musibah bagi warga
Jakarta.
Di tahun ke-3 kepemimpinannya, warga Jakarta dipermalukan di-seluruh
dunia. Majalah the Economist menobatkan Jakarta kota paling tidak aman
(paling kriminal) sedunia. Kebanggaan warga Jakarta juga pupus oleh
hasil riset Castrol, yang menobatkan Jakarta sebagai kota dengan lalu
lintas terburuk di dunia. Bahkan, bila ada lembaga internasional yang
mengukur penanganan banjir sedunia, Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok,
berpeluang besar mencetak hattrick rekor sebagai terburuk sejagad raya.
