Andi Irawan, dosen Pascasarjana Agrobisnis Universitas Bengkulu, menyampaikan dalam Tempo online bahwa kenaikan harga beras saat ini bisa dikatakan terjadi karena kelangkaan
alamiah. Kelangkaan alamiah adalah sesuatu yang niscaya karena, dalam
satu tahun, panen hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu (Maret dan
April panen raya, Agustus panen gadu, dan November panen kecil). Pada
bulan-bulan tersebut, khususnya panen raya, produksi menjadi berlimpah.
Dan sebaliknya, di luar bulan-bulan tersebut dinamakan musim paceklik
karena produksi sedikit atau bahkan tidak ada.
Dengan demikian, faktor manajemen logistik dan distribusi antarmusim
akan menentukan terjadi-tidaknya kelangkaan beras. Prinsip umumnya
adalah, ketika musim panen, negara menyerap beras untuk disimpan sebagai
stok di gudang-gudang Bulog, yang selanjutnya dilempar ke pasar pada
musim paceklik agar harga tetap stabil.
