Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Thursday, 13 August 2015
Video Presiden Jokowi tentang Hubungan Indonesia-Singapura
Masih dengan gaya santai dan mungkin agak kocak, Presiden Joko Widodo menyampaikan pendapat beliau tentang hubungan bilateral antara Indonesia dengan Singapura. Video singkat ini diunggah secara resmi dalam channel kantor berita Straits Times akhir Juli 2015, meskipun di ujung akhirnya terkesan bercanda. Seringnya Presiden Jokowi membaca teks juga mengesankan ini adalah latihan belaka. Anyway, selamat menikmati dan menyimpulkan sendiri isinya :)
Wednesday, 1 July 2015
Membaca Modus Perang Asimetris Tiongkok di Indonesia
Ketika persaingan global AS dan Tiongkok semakin menajam di kawasan
Asia Pasifik yang berdampak langsung pada Indonesia, peta kekuatan
kedua adidaya wajib kita identifikasi dengan seakurat mungkin. Kedigdayaan Tiongkok di bidang ekonomi dibandingkan AS semakin
terlihat ketika perusahaan Tiongkok menjadi operator strategis Pelabuhan
Gwadar yang terletak di dekat Selat Hormuz dan merupakan pelabuhan
paling sibuk untuk jalur pelayaran minyak, sejak Februari 2013.
Tiongkok menanamkan investasi sebesar USD 250 juta untuk mengambil alih operasional perusahaan dalam rangka meraih keuntungan yaitu mengurangi biaya pengiriman barang dari Tiongkok ke Timteng dan Afrika. Namun, langkah itu juga dapat diartikan memberikan warning kepada AS bahwa geopolitik utama Tiongkok telah dialihkan ke kawasan Asia Pasifik.
Tiongkok menanamkan investasi sebesar USD 250 juta untuk mengambil alih operasional perusahaan dalam rangka meraih keuntungan yaitu mengurangi biaya pengiriman barang dari Tiongkok ke Timteng dan Afrika. Namun, langkah itu juga dapat diartikan memberikan warning kepada AS bahwa geopolitik utama Tiongkok telah dialihkan ke kawasan Asia Pasifik.
Friday, 24 April 2015
Apakah Arti Kata Indonesia: Sejarah Asal-usul Namanya
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur"), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".
Wednesday, 11 March 2015
Siapakah yang Lebih Canggih Teknologi Konstruksinya: Jepang, Amerika atau Indonesia
Ada 3 pejabat, 1 orang Jepang bernama Nakamura, 1 orang AS bernama George, 1 orang Indonesia bernama Yoga.
Orang Jepang ini menyombongkan diri. "Negara saya bisa membuat robot yang sangat canggih" kata Nakamura.
Orang AS tak mau kalah. "Negara saya bisa membuat gedung pencakar langit!" kata George.
Orang Indonesia juga tak mau kalah. "Negara saya bisa membuat gunung" kata Yoga.
"Oh ya?" tanya George.
"Ya benar" jawab Yoga.
"Gimana caranya?" Tanya Nakamura.
Orang Jepang ini menyombongkan diri. "Negara saya bisa membuat robot yang sangat canggih" kata Nakamura.
Orang AS tak mau kalah. "Negara saya bisa membuat gedung pencakar langit!" kata George.
Orang Indonesia juga tak mau kalah. "Negara saya bisa membuat gunung" kata Yoga.
"Oh ya?" tanya George.
"Ya benar" jawab Yoga.
"Gimana caranya?" Tanya Nakamura.
Subscribe to:
Posts (Atom)
